4-Day Intensive Class
(High Impact Brand Building Strategy)Dalam 4 hari kamu tidak belajar ratusan strategi. Kamu belajar cara membaca brand kamu sendiri — dan mengambil keputusan yang paling berdampak. Total ±15 jam online.




Momentum yang hilang sulit dikejar kembali.
4 dari 5 brand dengan omzet ratusan juta kesulitan menembus level miliaran.
Budget ditambah, tim diperbesar, strategi baru dicoba, tapi pertumbuhan tetap tak kunjung bergerak. Sebelum menambah resource untuk scale lebih jauh, kamu perlu memahami apa yang sebenarnya menghambat bisnismu dan keputusan mana yang paling berdampak untuk pertumbuhan berikutnya.
Masterplan X membantu founder membaca brand sendiri dan menentukan keputusan yang benar-benar menggerakkan growth.
Bulan lalu ROAS bagus, bulan ini jeblok, dan kamu cuma bisa bilang "mungkin algoritmanya berubah."
Profit yang masuk ke rekening secara nyata tidak setebal yang di bayangkan. Kok bisa Omset 1 Miliar tapi profit tidak sampai 100 juta?
Testing 15–30 creative per minggu, tapi nggak tahu kenapa yang satu winning dan yang lain mati. Diluar bilang yang penting sebar sample affiliate ratusan tiap bulan?
Ngerasa semua jawaban di luar sana cuma bahas satu channel: "optimasi ads-mu", "perbaiki hook-mu", "perbanyak endorse". Tapi nggak ada yang kasih gambaran utuh.
Kamu bukan butuh trik iklan yang lebih baru. Kamu butuh cara baca brand-mu secara sistematis, supaya pertumbuhan jadi predictable, bukan hoki.
Brand tidak tumbuh cepat karena coba ratusan strategi. Tapi dengan sedikit keputusan yang tepat & berdampak besar. (4 Tuas Brand-Growth).
Produk: Moms & Baby Supplement
Decision: Perbaiki positioning produk & creative angle.
Revenue: Tumbuh naik konsisten 3 bulan
Kalau ini terdengar familiar
Kebanyakan founder di fase ini bukan kekurangan usaha atau strategi. Mereka kesulitan menentukan apa yang perlu dibenahi lebih dulu dan keputusan mana yang paling berdampak pada pertumbuhan bisnis.
Ketika angka turun, kamu mencoba strategi baru. Ketika pertumbuhan melambat, kamu mencari pendekatan lain. Tapi kalau setiap tantangan membuatmu kembali mencari jawaban dari awal, pertumbuhan sebelumnya belum tentu jadi fondasi yang kuat untuk pertumbuhan berikutnya.
Naik bulan lalu, turun bulan ini. Spike kemarin tidak bisa diulang.
Ubah iklan, naikkan budget, tambah konten. ROAS dijaga, margin dilupakan.
Ikut satu kelas lagi, atau hire orang. Tapi tidak tahu siapa dan KPI-nya apa.
Dan kamu tidak tahu mana yang sebenarnya bekerja.
↺ lalu kembali ke awal
Selama bottleneck utamanya belum ketemu, setiap action plan cuma tebakan. Dan siklus ini akan terus berulang.
"Sempet spike sehari belasan digit… itu saya gak bisa ngulanginnya karena gak tau apa yang saya lakukan."
Zulfikar, TALYST
Akar masalahnya
Setiap kelas mengajarkan taktik. Setiap agency dan tim bisa menawarkan solusi. Tapi tanpa memahami kondisi brand secara menyeluruh, kamu tetap harus menebak mana yang perlu dilakukan, mana yang harus diprioritaskan, dan mana yang justru membuang resource.
Ikut kelas, bekerja sama dengan agency, atau merekrut tim bukanlah masalah.
Masalahnya muncul ketika kamu belum punya kerangka untuk menentukan apakah solusi yang ditawarkan memang menjawab bottleneck bisnis saat ini.
Membekali teori dan to-do list eksekusi, tetapi belum tentu bisa mengcover setiap fase bisnis dan tidak otomatis membantumu menentukan prioritas strategis.
Memperkuat positioning dan persepsi brand, tetapi belum tentu menjawab hambatan pertumbuhan yang sedang terjadi.
Membantu menjalankan strategi, tetapi keputusan tentang apa yang perlu dilakukan tetap membutuhkan pemahaman atas kondisi bisnis.
↓ Yang sering terlewat
Tanpa itu, kamu bisa mengumpulkan banyak solusi tanpa tahu mana yang perlu dijalankan lebih dulu.
"Kalau satu-satu gitu mau sampai kapan ya? Karena kadang bertabrakan."
Evelin, ByeUV, setelah ikut kelas iklan dan kelas konten
Dan semakin besar bisnisnya, semakin mahal setiap tebakan.
Algoritma berubah. Perilaku konsumen bergeser. Kompetitor bergerak. Strategi yang berhasil kemarin belum tentu menghasilkan hal yang sama hari ini. Dan saat itulah kamu kembali bertanya: apa yang salah, dan apa yang harus dilakukan sekarang?
"Gue percaya, hari ini lu bisa belajar taktik dari mana aja. Ikut kelas, nonton YouTube, tanya AI, bahkan belajar dari strategi brand lain.
Di era ketika semua orang bisa mengakses informasi, keunggulan lu bukan lagi seberapa banyak yang lu tahu, tapi seberapa tepat lu mengambil keputusan dari semua yang lu tahu."
Erick Fernando, Founder Masterplan X
Cara pandang yang perlu diganti
Ads, profit, tim, konten: dari luar terlihat seperti empat masalah berbeda, dan setiap masalah terasa butuh solusi baru. Tapi di baliknya, semuanya hasil dari keputusan. Apa yang dibenahi lebih dulu, apa yang dihentikan, apa yang digandakan.
Setiap masalah butuh solusi baru: agency baru, kelas baru, tim baru.
Semua masalah itu berakar di satu kemampuan yang belum terbentuk: memutuskan arah dan strategi dengan urutan berpikir yang benar.
ROAS naik-turun, budget naik tapi hasil tidak ikut naik.
Omset naik, tapi yang tersisa di rekening tipis.
Hire lagi, tapi tetap ngeraba-raba siapa yang bekerja benar.
Banyak yang dibuat, tidak tahu mana yang benar-benar menggerakkan penjualan.
Jadi yang kamu butuhkan bukan:
Itu menambah jawaban. Kemampuan memutuskan menentukan jawaban mana yang kamu butuhkan, kapan, dan kenapa. Dengan begitu, banyak masalah berhenti muncul berulang.
Kalau taktik bukan jawabannya, lalu apa?
Membedakan gejala dari masalah utama dalam bisnis.
E-commerce itu soal ads. Kalau iklannya beres, bisnisnya ikut beres.
Ads cuma satu bagian. Masalah yang muncul di ads sering berasal dari produk, positioning, atau kreatif, jadi memperbaiki ads terus tidak pernah menyentuh akarnya.
E-commerce itu satu mesin yang terhubung. Founder perlu melihat dari atas, lalu paham cukup dalam di tiap fase untuk tahu bagian mana yang sebenarnya bermasalah.
Ini pov helicopter view: melihat bisnis sebagai satu mesin yang terhubung, sambil tetap paham mendalam di tiap fase. Itu yang disebut skill M-shaped.
Dalam di satu titik, buta di sisanya. Masalah dari fase lain tidak terlihat.
Paham mendalam di tiap fase, dan melihat semuanya terhubung dari atas.
Dari FACE, dipecah ke tiap fase. Ini yang perlu kamu pahami:
Kamu tidak harus jadi ahli di semuanya. Cukup paham sedalam yang dibutuhkan untuk tahu bagian mana yang sebenarnya bermasalah, dan bagaimana bagian itu menyambung ke yang lain.
Menentukan hambatan atau peluang yang paling layak diprioritaskan.
Makin banyak yang dikerjakan, makin cepat tumbuh.
Semua dikerjakan sekaligus, hasilnya tipis di mana-mana. Satu penghambat yang tidak disentuh menahan semuanya.
Growth ditahan oleh satu constraint. Temukan satu penghambat yang tepat, dan hal lain ikut lancar. Temukan satu opportunity yang tepat, dan hasilnya bisa melompat.
Hasil selalu ditahan di titik tersempit. Buka satu penghambat yang tepat, dan semua bagian lain ikut lancar.
Strategis, bukan lebih keras. Satu keputusan yang tepat bisa mengalahkan sepuluh yang biasa saja.
Dari daftar panjang, jadi satu prioritas.
Mengubah keputusan yang terbukti menjadi proses yang bisa dijalankan dan dievaluasi tim.
Yang berhasil kemarin bisa diulang kapan saja, asal founder yang turun tangan.
Yang tidak dipahami kenapa berhasilnya tetap jadi hoki, dan hanya hidup di kepala founder.
Apa yang terbukti bekerja harus dipahami kenapa-nya, lalu dijadikan proses yang bisa dijalankan dan dievaluasi tim.
Berhasil karena momen. Hanya hidup di kepala founder. Berhenti saat founder berhenti.
Berhasil karena alasan yang dipahami. Tertulis sebagai proses. Tim bisa menjalankan dan mengevaluasi.
Dengan tiga cara berpikir itu, kamu bisa menentukan arah dan strategi sendiri, untuk masalah ads, profit, maupun tim. Tanpa harus menambah agency baru atau membeli kelas taktik lagi.
"Kalau dulu kita cuma hire tim, tapi kita masih ngeraba-raba. Sekarang kita udah bisa ngebedain tim ini kerjanya bener atau nggak."
Robby, Yuthena
Kemampuan seperti ini tidak terbentuk dari mendengarkan teori. Lalu dari mana?
Memiliki urutan berpikir yang benar. Tanpa urutan, taktik yang benar pun dikerjakan di waktu yang salah.
Dipraktikkan ke brand sendiri. Kemampuan terbentuk dari membedah angka sendiri, bukan studi kasus orang lain.
Dikoreksi dari brand nyata. Cara berpikir yang tidak diuji akan kembali ke kebiasaan menebak.
Sekarang bandingkan dengan pilihan yang biasa kamu pertimbangkan.
Kelas lain mengajarkan cara melakukan
Masterplan X mengajarkan cara memutuskan
Dan cara memutuskan dimulai dari satu hal: urutan berpikir yang sama, setiap kali angka bergerak.
Program overview
Setiap minggu, kamu mengikuti Intensive Class selama 3–4 jam untuk mempelajari cara berpikir strategis di balik satu bagian FACE Framework. Setelah kelas, kamu akan menggunakan worksheet dan supporting materials untuk menerapkan cara berpikir tersebut pada brand sendiri.
Saat mulai menerapkan framework, kamu akan menemukan pertanyaan, asumsi, atau masalah yang sebelumnya tidak terlihat. Bawa temuan dan tantanganmu ke Live Worksheet Review dan Live Q&A & Mentoring untuk mendapat perspektif, koreksi, dan menentukan langkah berikutnya. Lalu, lanjutkan implementasi dan bawa temuan baru ke minggu berikutnya.
Kelas yang selesai dalam beberapa hari menyelesaikan transfer informasi. Dia tidak menyelesaikan perubahan kemampuan.
Masalahnya selalu muncul belakangan, waktu kamu mulai menerapkannya sendirian, setelah semua orang bubar.
Empat minggu memberi ruang untuk satu siklus penuh:
Masalah yang muncul di minggu kedua masih punya tempat untuk dibawa kembali ke kelas. Itu bedanya.
Intensive Class · rekaman 4 jam. Topik minggu itu dibedah menyeluruh — konteks, framework, dan bagaimana bagian itu bekerja di sebuah e-commerce business
Supporting Lessons · video pendalaman untuk bagian yang sedang kamu pelajari
Brand Worksheet · kamu membedah brand sendiri memakai framework minggu itu
Live Class · 3–4 jam. 1–2 jam update terbaru dari lapangan untuk topik minggu itu, lalu 2 jam live mentoring — review worksheet member dan pembahasan masalah nyata
Evaluasi strategi · Strategic Growth Plan kamu dibedah dan difinalkan
Empat jam rekaman plus tiga sampai empat jam live, setiap minggu. Hampir 30 jam selama empat minggu, di luar supporting lessons dan waktu kamu mengerjakan worksheet.
Live Updates From The Field bukan bonus. Dia alasan kenapa yang kamu pelajari masih relevan dengan apa yang sedang terjadi di lapangan, bukan dengan apa yang terjadi waktu videonya direkam.
Live Worksheet Review adalah satu-satunya bagian yang tidak bisa direkam sebelumnya. Kamu melihat brand orang lain dibedah dengan framework yang sama, dan di situ kamu mulai melihat pola yang tidak kelihatan dari brand kamu sendiri.
Semua sesi direkam. Minggu yang tidak bisa kamu hadiri live bukan minggu yang hilang.
Dalam 4 hari kamu tidak belajar ratusan strategi. Kamu belajar cara membaca brand kamu sendiri — dan mengambil keputusan yang paling berdampak. Total ±15 jam online.

Ini rangkuman strategi evergreen ter-update yang menjadi fondasi utama semua brand gua beberapa tahun terakhir. Pahami ini, kuasai growth.

Yang terpenting bukan hanya hasil akhir nya. Tapi ketenangan sebagai founder yang tahu cara baca data dan ambil keputusan strategis.

E-commerce itu dinamis. Update tren, insight, testing, failure, dan winning strategy antar founder lain.

Menggabungkan Produk→Offer→Kreatif→Ads→Data→ menciptakan 100+ winning strategy & hyphothesis.
Home Living:Tingkat konversi naik 500% dalam beberapa bulan dengan strong offer. Puluhan Creative dari Meta winning
Parfum:Tembus miliaran di tahun kedua setelah optimasi SKU, traffic & funneling dari CPAS.
Fashion:GMV Max tembus revenue satu miliar. ROI 10X & optimasi affiliate strategy.
Supplement anak:GMV naik hampir 100% di TikTok Shop dengan optimasi CVR & Creative.
What you buildFondasi yang memang layak di-scale.
What you buildKemampuan membaca apa yang market katakan lewat data.
What you buildMesin kreatif yang terus berkembang dari sinyal yang menang.
What you buildKemampuan menemukan peluang pertumbuhan berikutnya.
Klik tiap minggu untuk lihat detail topik & teaser video
4 minggu. 4 area bisnis.
1 cara berpikir yang terhubung.
Untuk menentukan apa yang perlu dibenahi, apa yang diprioritaskan, dan membangun pertumbuhan berikutnya.
A thinking blueprint by Erick Fernando
Kemampuan memutuskan butuh urutan berpikir. FACE adalah urutannya.
Tanpa blueprint, setiap masalah dijawab dari nol. Dengan blueprint, setiap keputusan meninggalkan pemahaman yang membuat keputusan berikutnya lebih kuat.
The Unshakeable Core
Layak di-scale atau belum?
Produk, margin, positioning, unit economics.
What you buildA foundation worth scaling.
The Signal Amplifier
Apa kata market lewat data?
Audience, funnel, CAC, winning message.
What you buildThe ability to read what the market is telling you.
The Trust & Volume Engine
Satu yang menang jadi mesin?
Angle, struktur konten, Seek vs Scale.
What you buildA creative engine that grows from winning signals.
The Breakthrough Catalyst
Tumbuh ke mana berikutnya?
Produk baru, LTV, retention, partnership.
What you buildThe ability to find your next growth opportunity.
Memahami framework adalah awal. Tapi ketika platform dan kondisi bisnis berubah, apakah kamu tahu cara menemukan jawaban berikutnya?
Diuji pada bisnis nyata
Diperbarui setiap minggu, bukan setiap tahun. Lewat Live Updates From The Field, kamu mendapat apa yang baru dipelajari Erick minggu itu, bukan materi yang direkam bertahun-tahun lalu.
Diambil dari brand yang sedang dipegang. Maksimal 5–7 brand partner Ide Entitas, satu per industri, dengan revenue share. P&L-nya dilihat langsung tiap bulan, dengan uang sendiri ikut di dalamnya.
Ditambah dari founder yang sedang menerapkan. Member Inner Circle memakai framework yang sama di brand mereka. Temuan mereka ikut masuk ke kelas.
Diuji di brand nyata sebelum diajarkan. Rp10M+ pertumbuhan GMV dan rata-rata growth 564% di 5 brand terakhir dalam 6 bulan, termasuk Carryme, Leni Snacks, Rhenza, dan Essenco.
Pertumbuhan yang bernilai bukan cuma yang bisa diulang. Setiap keberhasilan harus meninggalkan pemahaman dan sistem yang membuat keputusan berikutnya semakin kuat.
Ikut kelas iklan dan konten, tapi ilmunya saling bertabrakan.
Satu strategi lintas lini dengan urutan yang jelas.
Hire tim kreatif, banyak video, tapi tidak berdampak.
Bisa menurunkan target omzet jadi rencana konten.
Full hard-selling. Spike besar yang tidak bisa diulang.
Tahu market dan positioning-nya, lalu bergeser ke branding.




Bukan sekadar mengulang keberhasilan, tetapi menjadikan setiap pertumbuhan sebagai fondasi bagi pertumbuhan berikutnya.
Siapa Erick Fernando
E-Commerce Compound Growth Strategist & Business Mentor for Brand Owners
Bukan spesialis di satu channel atau satu expertise, tapi orang yang menghubungkan semua elemen bisnis, terutama di e-commerce brand, jadi strategi yang bisa ditumpuk, dipertahankan, dan digandakan.
Berbeda dari kebanyakan "mentor" lain, Erick memiliki pengalaman bisnis nyata yang luas dan dalam. Mulai bisnis dari umur 17 tahun, putus sekolah dari SMA, tanpa modal dari orang tua. Mulai dari jasa foto produk (Fotolaku), brand fashion (Hana Mina), sampai membangun Ide Entitas Strategic Partner, dengan history average growth brand partner di 560% dalam 6 bulan.
Ide Entitas sekarang memegang portfolio brand lebih dari Rp2 miliar/bulan GMV, lintas kategori dari fashion, FMCG, parfum, essential oil, sampai F&B/Snacks. Dari parfum 300 ribuan hingga FMCG product 30 ribuan per pcs.
Melalui Ide Entitas dan bisnis lainnya, Erick membawahi divisi end-to-end: dari affiliate, creative, branding, finance, performance marketing, sampai development produk.
Akses ke 5 Masterplan X Masterclasses, dengan belasan live call dan belasan SOP, langsung terbuka begitu kamu join.
Setiap kelas marketing punya cacat yang sama: dia basi. Masterplan X dibangun terbalik. Kamu tidak menunggu batch dimulai untuk mulai belajar.
Begitu kamu bergabung, aksesnya langsung terbuka: 5 Masterplan X Masterclasses, selected live recordings, dan 10+ SOP. Kamu tidak menunggu batch dimulai untuk mulai belajar.
Sesi live tiap minggu bukan rekaman lama yang diputar ulang. Isinya apa yang Erick temukan dalam tiga bulan terakhir, disesuaikan dengan tema minggu itu.
Framework-nya tetap, karena cara membaca brand tidak berubah tiap musim. Yang diperbarui: kasusnya, angkanya, dan apa yang sedang bekerja sekarang.
Repeat Batch Guarantee: ikut batch berikutnya tanpa biaya tambahan, satu kali.
Sekali bayar. Tidak ada langganan, tidak ada biaya perpanjangan, tidak ada versi 2.0 tahun depan.

Modul evergreen yang membahas satu area spesifik e-commerce secara mendalam.
Di dalam setiap masterclass, kamu juga dapat:
Untuk siapa
Kembali ke programnya
4 intensive class, masing-masing 3–4 jam: Foundation, Acquisition, Creative System, Expansion. Termasuk supporting lessons dan brand worksheets tiap minggu.
Strategi, eksperimen, dan temuan terbaru dari brand partner Ide Entitas, brand member Inner Circle, dan eksperimen Erick sendiri, satu sesi tiap minggu sesuai topik minggu itu.
Review implementasi member, pembahasan masalah nyata, dan feedback langsung selama 4 minggu.
Creative Mastery · Digital Marketing Domination · E-Commerce Foundations · AI & Scalability Decision · Offer & CVR Mastery, lengkap dengan SOP dan rekaman live call untuk tiap topik.
Tiga di antaranya dijual terpisah hari ini. Dua sisanya hanya ada di dalam program.
Total valueRp14.000.000
Tidak ada langganan, tidak ada biaya perpanjangan, tidak ada versi 2.0 tahun depan.
Ruang diskusi sesama founder selevel, berjalan selama dan setelah program.
Untuk founder yang menonjol: kemungkinan investasi dari founder Masterplan X ke bisnismu, plus akses ke inner circle.
Masih perlu diulang? Ikut batch berikutnya tanpa biaya, satu kali.
Pertanyaan yang sering muncul
Berhenti menebak
Kemampuan membangun brand sendiri dari hulu ke hilir memberi kamu kebebasan scaling, kebebasan margin, dan kebebasan menentukan masa depan bisnismu.
Daftar batch berikutnya ↗