E-COMMERCE BRAND GROWTH MASTERY · PROGRAM 4 MINGGU

Kamu tidak kekurangan strategi. Kamu kekurangan cara memutuskan strategi mana yang brand kamu butuhkan sekarang.

Masterplan X membangun kemampuan kamu membaca brand sendiri, menemukan bottleneck yang sebenarnya, dan menyusun strategi yang bisa diulang — lewat FACE Framework dan 4 minggu belajar, menerapkan, lalu menguji cara berpikirmu.

Daftar Batch Berikutnya

Batch terbatas · Seluruh sesi online · Rekaman tetap bisa diakses · Mulai belajar hari ini juga

Kamu sudah belajar banyak hal tentang e-commerce. Tapi ada satu hal yang mungkin mulai terasa mengganggu.

Angka naik, lalu turun lagi — dan kamu tidak benar-benar tahu kenapa keduanya terjadi.

Pernah satu bulan tembus angka terbaik. Waktu dicoba ulang dengan cara yang sama, hasilnya beda.

Laba lagi sehat, tapi kamu tidak yakin harus menaruhnya di mana. Akhirnya habis sendiri.

Mau menambah orang, tapi belum tahu siapa yang direkrut, gajinya berapa, dan dinilai dari apa.

Ada peluang besar di depan mata, dan kamu menahannya — bukan karena tidak mau, tapi karena takut salah langkah.

Kamu sudah tahu banyak strategi. Yang kamu tidak tahu: mana yang harus dikerjakan duluan.

Kelihatannya ini enam masalah yang berbeda.

Sebenarnya bentuknya satu: setiap kali kamu harus memutuskan sesuatu, kamu tidak punya dasar untuk memutuskannya.

“Sempet spike sehari belasan digit. Itu saya nggak bisa ngulanginnya karena nggak tau apa yang saya lakukan.”

— Zul, brand parfum TALYST

Kelas iklan mengajarkan satu hal. Kelas konten mengajarkan hal lain. Kelas marketplace lain lagi. Masing-masing benar di bagiannya. Tapi siapa yang mengajarkan kamu menyambungkan semuanya untuk brand kamu?

Ini bukan keluhan kami. Ini yang dikatakan founder yang sudah mencoba semuanya.

“Kalau satu-satu gitu mau sampai kapan ya? Karena kadang bertabrakan. Nanti yang ngajarin iklan ini bilang nggak boleh itu, yang ngajarin iklan itu bilang nggak boleh ini.”

— Evelin, brand ByeUV
Yang kamu pelajari
Yang tetap tidak terjawab
Cara beriklan supaya ROAS tinggi
Apakah bisnismu sehat, atau cuma ramai
Taktik marketplace terbaru
Kenapa angkanya bergerak naik dan turun
Hack platform untuk scale cepat
Apa yang tersisa kalau platformnya berubah
Branding dan storytelling
Apa hubungannya dengan angka bulan ini
Playbook dari brand yang sudah besar
Apakah itu cocok untuk fase brand kamu sekarang
Serahkan semuanya ke agency atau tim
Cara menilai apakah kerja mereka sudah benar

“Di kelas-kelas yang lain itu kebanyakan kalau nggak yang terlalu basic, terlalu advance.”

— Robby, brand Yuthena

Semua pilihan di atas berdiri di salah satu dari tiga tempat. Ada yang mengajarkan cara mengeksekusi. Ada yang mengajarkan cara terlihat. Ada yang menawarkan supaya orang lain saja yang memikirkan.

Yang hampir tidak ada yang menjual: lapisan keputusan.

Apa yang brand kamu butuhkan sekarang. Mana bottleneck yang sebenarnya. Dan apa yang dikerjakan lebih dulu.

Selama ini kamu mengumpulkan taktik. Yang sebenarnya perlu kamu bangun adalah kemampuan menilai.

Setiap taktik adalah jawaban untuk pertanyaan orang lain.

Dia lahir dari brand lain, di fase lain, dengan margin lain, tim lain, dan keterbatasan yang lain. Makin banyak kamu kumpulkan, makin banyak jawaban yang tidak cocok dengan pertanyaan brand kamu. Dan karena semuanya terdengar benar, tidak ada cara memilih di antaranya.

Salah satu member menggambarkan akibatnya paling jelas. Dia mengira sedang menaiki tangga, padahal cuma berpindah batu.

“Misalnya kita starting nih, udah injak batu A. Kita mau loncat ke berikutnya, injak batu A1, habis itu A2, A3. Nah kalau tanpa itu, kita nginjak A, terus nginjak B, nginjak C. Nggak naik tangga.”

— Andre, Orinesia

Dan inilah bagian yang paling sulit disadari: mengumpulkan taktik terasa seperti kemajuan.

Setiap kelas selesai dengan perasaan bertambah pintar. Itu sebabnya kebiasaan ini bisa bertahan bertahun-tahun tanpa pernah dipertanyakan.

Kalau kamu menanganinya sendiri
Kalau kamu menyerahkannya ke orang lain
Beli kelas demi kelas sampai ilmunya bertabrakan
Hire agency atau tim supaya ada yang memikirkan
Ubah iklan setiap kali angkanya turun
Terima laporan ROAS tanpa bisa menilainya
Naikkan budget sebagai solusi pertama
Percaya janji angka yang kamu tidak bisa verifikasi
Copy konten yang menang milik kompetitor
Tidak tahu apakah kerja tim sudah benar
Susun action plan tanpa tahu bottleneck-nya
Tidak tahu harus merekrut siapa, karena belum tahu urutannya

Keduanya masuk akal. Keduanya pernah kamu lakukan. Dan keduanya menghindari hal yang sama — membangun kemampuan menilai sendiri.

Hasilnya juga sama: pertumbuhan yang naik-turun tanpa pola, ketergantungan pada platform, affiliate, agency, atau mentor, dan keputusan yang tidak pernah benar-benar jadi milik kamu.

Kamu tidak kekurangan strategi. Kamu kekurangan cara memutuskan strategi mana yang brand kamu butuhkan sekarang.

Kemampuan menilai itu bisa dibangun. Dan dia punya urutan.

Ada empat bagian yang menentukan apakah sebuah brand bisa tumbuh. Kebanyakan founder sudah tahu keempatnya — sepotong-sepotong, dari tempat yang berbeda-beda.

Yang jarang dimiliki: urutannya. Mana yang dibaca lebih dulu, mana yang percuma diperbaiki sebelum yang sebelumnya beres, dan di bagian mana masalahmu sebenarnya sedang terjadi.

Itu yang dibangun FACE Framework.

Pertanyaan yang dijawab
Yang dibedah
FFoundation
Apakah yang mau kamu scale memang layak di-scale?
Market, positioning, offer, produk, margin, unit economics, sinyal PMF
AAcquisition
Apa yang sebenarnya market katakan lewat data kamu?
Audience, customer, acquisition economics, funnel, CAC, winning product, winning message
CCreative System
Bagaimana sinyal yang menang jadi mesin yang terus jalan?
Creative angle, pain & hope, struktur konten, trust, social proof, testing, variasi
EExpansion
Ke mana pertumbuhan berikutnya, dan kapan waktunya?
Produk baru, market baru, LTV, AOV, retention, partnership, repositioning

FACE bukan empat topik terpisah. Dia satu siklus.

Apa yang kamu temukan di Expansion mengubah apa yang kamu kerjakan di Foundation untuk putaran berikutnya. Begitu kamu bisa memutarnya sendiri, kamu tidak butuh kelas berikutnya untuk tahu langkah berikutnya.

“Structure cara kerjanya sih, urutan kerjanya. Kalau dulu kita cuma tahu sepotong, tapi kita nggak tahu urutannya.”

— Robby, brand Yuthena

FACE bukan teori yang disusun di belakang meja. Dia cara membaca yang sudah dipakai di brand yang nyaris tidak punya kemiripan satu sama lain.

Tas dan lifestyle. Parfum. Home fragrance. Makanan ringan. Perlengkapan sanitari. Perlindungan UV. Sportswear. Perlengkapan anak. Dimsum.

Dari produk yang dijual puluhan ribu sampai yang dijual ratusan ribu. Dari brand yang omsetnya puluhan juta sebulan sampai yang ratusan juta.

Bottleneck-nya berbeda di tiap brand. Cara membacanya sama.

Dan itu bukan kebetulan — karena cara membaca ini dipakai setiap hari di tempat kerja Erick yang sebenarnya.

SNEAK PEEK · CARA BERPIKIRNYA

Framework-nya gampang dihafal. Yang susah itu memakainya waktu angkamu sedang turun dan kamu harus memutuskan sesuatu hari ini.

Ini tiga potongan kecil dari cara membedah yang dipakai di dalam kelas. Bukan materi lengkapnya — cuma cukup untuk kamu lihat bentuk cara berpikirnya.

BONGKAR 01 — Waktu ROAS-mu turun

Yang biasanya terjadi

Matikan campaign-nya. Nyalakan lagi dua minggu kemudian. Kadang membaik, dan kamu menganggap masalahnya selesai.

Yang sebenarnya perlu dibaca, berurutan

  1. 1

    Lihat tren 14 hari, bukan angka hari ini. Turunnya konsisten, atau cuma satu hari yang jelek?

  2. 2

    Singkirkan dulu sebab di luar campaign. Stok habis? Momentum musiman lewat? Kalau iya, campaign-mu tidak bermasalah — dan kamu baru saja hampir mematikan sesuatu yang sehat.

  3. 3

    Baru isolasi layer yang bergerak. CPM-nya yang naik, CTR-nya yang turun, atau CVR-nya? Tiga ini tiga masalah yang sama sekali berbeda.

  4. 4

    Konfirmasi silang. Kalau CVR turun, cek produk yang sama di campaign lain dan di marketplace. Ikut turun atau tidak? Dari situ hipotesisnya ketemu.

Kenapa urutan ini yang menentukan

Menyalakan campaign lagi memang sering membaik — algoritmanya mencari audiens baru yang masih segar. Tapi kalau yang kamu tawarkan dan kreatifnya tidak scalable, dua minggu lagi dia jelek lagi.

“Kalau solusi lu adalah matiin, abis itu nyalain lagi campaign-nya — terus sampai kapan brand lu bisa menumpuk keberhasilan?”

Menyalakan ulang itu teknik orang iklan. Menyalakan ulang dengan hipotesis baru itu keputusan founder.

BONGKAR 03 — Gejala yang sama, rekomendasi yang berbeda

Ini bagian yang paling sering disalahpahami. Dua brand datang dengan keluhan yang bunyinya sama: “omset saya turun dan saya tidak tahu kenapa.”

Brand A — parfum, Rp200–300jt/bulan
Brand B — sanitari, Rp700jt/bulan
Pernah spike lalu turun. Jualan sepenuhnya hard-selling lewat satu fitur otomatis. 70% omset bergantung pada satu affiliate
Cash flow sehat, repeat order tinggi. Tapi produk terlarisnya bukan merek sendiri, dan dijual juga oleh seller lain
Tambah affiliate. Naikkan komisi. Dorong lebih banyak traffic
Scale iklan. Masuk ke social media. Tambah tim konten
Menambah affiliate memperdalam ketergantungan yang justru jadi sumber rapuhnya. Dan komisi yang dinaikkan menggerus margin yang belum tentu sehat
Semua traffic yang dibangun akan menguntungkan produk yang bukan miliknya — pembeli bisa pindah ke seller lain yang menjual barang yang sama
Cek lifetime value yang riil dulu. Bangun pembeda di produk supaya harganya bisa naik. Baru turunkan komisi affiliate bertahap ke angka yang bisa dipertahankan
Selesaikan dulu keputusan brand: bikin produk sendiri, pisahkan toko, atau kerja sama dengan pemilik merek. Scaling apa pun sebelum itu cuma memperbesar masalahnya

Dua brand. Gejala yang sama. Rekomendasi yang hampir bertolak belakang.

Itu sebabnya yang dijual di sini bukan jawaban. Yang dijual cara sampai ke jawabannya.

Ini potongan kecil sebagai contoh pendekatan, bukan materi lengkapnya. Di dalam program, bagian seperti ini dikerjakan dengan angka dan kondisi brand kamu sendiri.

Ini bukan framework yang disusun sekali lalu direkam. Dia dibedah ulang setiap minggu, dari brand yang sedang berjalan.

Erick Fernando. E-Commerce Compound Growth Strategist, CEO dan founder Ide Entitas Strategic Partner.

Yang membuat materi ini berbeda bukan jam terbangnya. Tapi dari mana isinya datang.

Ide Entitas adalah partner strategis brand e-commerce — bukan vendor yang mengerjakan satu channel, tapi pihak yang memegang arah marketing sebuah brand dari strategi sampai eksekusi: analisis market, arah pertumbuhan, creative direction, ads, affiliate, funnel, sampai pembacaan datanya. Posisinya di sebuah brand setara CMO.

Yang membuat posisi itu berbeda dari agency biasa ada di tiga hal: maksimal lima sampai tujuh brand sekaligus, satu brand per industri, dan modelnya retainer plus bagi hasil.

Artinya setiap bulan Erick melihat langsung laporan laba rugi brand-brand itu — dengan risiko di pihaknya sendiri. Kalau brand-nya tidak tumbuh, Ide Entitas ikut rugi.

Materi yang kamu pelajari di Masterplan X lahir dari situ, dan terus diperbarui dari tiga sumber:

Erick Fernando
  1. 1

    Brand partner Ide Entitas — apa yang sedang berhasil dan sedang gagal di brand nyata, bulan ini.

  2. 2

    Brand member Inner Circle — founder lain yang sedang menerapkan framework yang sama di brand mereka.

  3. 3

    Eksperimen Erick sendiri — strategi yang sedang diuji, bukan yang sudah selesai diuji bertahun-tahun lalu.

Kebanyakan pengajar tidak punya brand nyata untuk dibedah setiap minggu. Kebanyakan pemilik agency tidak mengajar di lapisan keputusan.

Masterplan X berdiri di antara keduanya — dan itu sebabnya materinya tidak pernah selesai.

Jadi yang kamu dapat bukan cuma apa yang sudah Erick tahu. Tapi juga apa yang baru dia pelajari minggu ini.

Kalau framework-nya benar, dia bekerja di brand yang masalahnya sama sekali berbeda.

Rp10 miliar+Total pertumbuhan GMV brand partner
Rp2 miliar+Belanja marketing yang dikelola
564%Rata-rata pertumbuhan 5 brand terakhir dalam 6 bulan
Maks 5–7 brandSatu brand per industri
Brand
Bottleneck-nya
Hasilnya
CarrymeTas & lifestyle
Tas fungsional yang bersaing di harga, tanpa positioning lifestyle di kategori yang padat
7× GMV dalam 6 bulan. Harga naik dari Rp120rb ke Rp170rb per pcs
RhenzaParfum
Pertumbuhan ada, tapi biaya akuisisi tidak terkendali
5× revenue, cost ditekan di bawah 35%
Essen CoHome fragrance
Skala kecil dengan struktur biaya yang belum efisien
3× GMV, cost di bawah 15%
Leni SnacksMakanan ringan
AOV rendah dan ketergantungan pada pembeli lama
6× GMV, 70% dari pembeli baru

Empat kategori yang berbeda. Empat bottleneck yang berbeda. Tidak satu pun diselesaikan dengan taktik yang sama.

Yang sama cuma satu: cara membacanya.

4 minggu, 1 siklus yang muter terus. Bukan 4 topik terpisah.

Kelas yang selesai dalam beberapa hari menyelesaikan transfer informasi. Dia tidak menyelesaikan perubahan kemampuan.

Masalahnya selalu muncul belakangan — waktu kamu mulai menerapkannya, sendirian, setelah semua orang bubar.

Empat minggu memberi ruang untuk satu siklus penuh:

1234561 siklus4 minggu
  1. 1Belajar
  2. 2Terapkan ke brand kamu
  3. 3Ketemu masalah
  4. 4Tanya
  5. 5Dapat perspektif
  6. 6Lanjut terapkan
  7. ↺Kembali ke awal

Masalah yang muncul di minggu kedua masih punya tempat untuk dibawa kembali ke kelas. Itu bedanya.

Seperti apa satu minggunya.

Kapan
Apa
Awal minggu
Intensive Class · rekaman 4 jam. Topik minggu itu dibedah menyeluruh — konteks, framework, dan bagaimana bagian itu bekerja di sebuah e-commerce business
Tengah minggu
Supporting Lessons · video pendalaman untuk bagian yang sedang kamu pelajari
Sepanjang minggu
Brand Worksheet · kamu membedah brand sendiri memakai framework minggu itu
Akhir minggu
Live Class · 3–4 jam. 1–2 jam update terbaru dari lapangan untuk topik minggu itu, lalu 2 jam live mentoring — review worksheet member dan pembahasan masalah nyata
Akhir Minggu 04
Evaluasi strategi · Strategic Growth Plan kamu dibedah dan difinalkan

Empat jam rekaman plus tiga sampai empat jam live, setiap minggu. Hampir 30 jam selama empat minggu — di luar supporting lessons dan waktu kamu mengerjakan worksheet.

Materinya tidak pernah basi. Live Updates From The Field bukan bonus. Dia alasan kenapa yang kamu pelajari masih relevan dengan apa yang sedang terjadi di lapangan — bukan dengan apa yang terjadi waktu videonya direkam.

Kamu belajar dari cara founder lain membaca brand mereka. Live Worksheet Review adalah satu-satunya bagian yang tidak bisa direkam sebelumnya. Kamu melihat brand orang lain dibedah dengan framework yang sama, dan di situ kamu mulai melihat pola yang tidak kelihatan dari brand kamu sendiri.

Semua sesi direkam. Minggu yang tidak bisa kamu hadiri live bukan minggu yang hilang.

Setiap kelas marketing punya cacat yang sama. Dia basi.

Marketing berubah tiap tahun. Algoritmanya berubah, tool-nya berubah, dan best practice yang kamu bayar dua tahun lalu bisa jadi jebakan sekarang.

Jadi industrinya menjual kelas, membiarkannya basi, lalu menjual yang berikutnya.

Masterplan X dibangun terbalik.

  1. 01

    Join hari ini, mulai hari ini. Begitu kamu bergabung, aksesnya langsung terbuka: 5 Masterplan X Masterclasses, selected live recordings, dan 10+ SOP. Kamu tidak menunggu batch dimulai untuk mulai belajar.

  2. 02

    Waktu cohort-nya mulai, materinya sudah disegarkan. Sesi live tiap minggu bukan rekaman lama yang diputar ulang. Isinya apa yang Erick temukan dalam tiga bulan terakhir, disesuaikan dengan tema minggu itu — dari brand partner Ide Entitas, brand member Inner Circle, dan eksperimennya sendiri.

  3. 03

    Yang diperbarui isinya, bukan video intronya. Framework-nya tetap, karena cara membaca brand tidak berubah tiap musim. Yang diperbarui: kasusnya, angkanya, dan apa yang sedang bekerja sekarang. Itu sebabnya materi ini tidak punya tanggal kedaluwarsa yang sama dengan kelas taktik.

  4. 04

    Dan kalau kamu merasa perlu mengulang, kamu boleh. Repeat Batch Guarantee: ikut batch berikutnya tanpa biaya tambahan, satu kali.

Sekali bayar. Tidak ada langganan, tidak ada biaya perpanjangan, tidak ada versi 2.0 tahun depan.

Kebanyakan kelas berdiri di satu garis: dari pemula sampai teknis tingkat lanjut. Di garis itu cuma ada dua pilihan, dan keduanya meleset. Yang dasar tidak menambah apa-apa buat kamu yang sudah jalan. Yang lanjut tidak bisa diterapkan karena fase brand kamu belum sampai.

Empat minggu ini tidak berdiri di garis itu.

Yang berubah tiap minggu bukan tingkat kesulitannya — tapi seberapa lebar kamu melihat.

MINGGU 01FOUNDATION · The Unshakeable Core

Minggu ini kamu belajar membaca satu produk sampai ke ekonominya.

Sebelum bicara cara menumbuhkan, ada pertanyaan yang hampir selalu dilewati: apakah yang sedang kamu dorong memang layak didorong?

Kebanyakan founder mengukur dari omset. Omset adalah angka yang paling mudah dinaikkan dan paling sering menipu — kamu bisa tumbuh dan rugi di bulan yang sama, dan baru sadar waktu kasnya mulai seret.

  • Lima kriteria produk yang benar-benar menentukan peluang sukses tinggi
  • Satu angka paling jujur soal kesehatan bisnismu — bukan omset, bukan ROAS
  • Kapan kamu harus mengubah messaging dulu, dan kapan yang harus diubah produknya
  • Tiga formula positioning, dan cara memilih mana yang cocok untuk brand kamu

Yang kamu bawa keluar: kamu bisa menilai sendiri produk mana yang layak diberi budget, dan positioning kamu dipilih dari formula yang bisa dijelaskan — bukan dari tebakan.

MINGGU 02ACQUISITION · The Signal Amplifier

Minggu ini kacamatanya melebar: dari produk ke pasar.

Angka yang kamu punya sebenarnya sedang mengatakan sesuatu. Masalahnya hampir semua orang membacanya di permukaan — ROAS turun, matikan campaign; omset turun, naikkan budget. Dua-duanya reaksi, bukan keputusan.

  • Urutan diagnosa waktu angka iklan turun: baca tren 14 hari, pisahkan dulu mana yang gara-gara momentum atau stok, baru isolasi layer yang bermasalah — CPM, CTR, atau CVR
  • Kenapa mematikan lalu menyalakan campaign itu teknik orang iklan, bukan keputusan founder
  • Dua leverage yang sering dikira satu: menambah jumlah konten, dan menaikkan spending power per konten — dan kapan kamu harus pindah dari yang pertama ke yang kedua
  • Cara menyusun media plan mundur dari target, bukan maju dari budget yang kebetulan ada

“Kalau solusi lu adalah matiin, abis itu nyalain lagi campaign-nya — terus sampai kapan brand lu bisa menumpuk keberhasilan?”

Yang kamu bawa keluar: waktu angkamu turun, kamu punya urutan memeriksa — dan kamu bisa menyebut layer mana yang bermasalah sebelum menyentuh apa pun.

MINGGU 03CREATIVE SYSTEM · The Trust & Volume Engine

Minggu ini melebar lagi: dari pasar ke mesin yang memproduksinya.

Satu konten meledak, lalu tidak pernah terulang. Hampir semua founder menjawabnya dengan menukar hook — ganti pembukanya, ganti visualnya, upload lagi. Itu bekerja sesekali, dan tidak pernah menjelaskan apa pun.

  • Tiga tipe hook — visual, audio, teks — dan kapan memakai yang mana
  • Psikografi vs demografi, dan kenapa yang kedua tidak relevan untuk e-commerce
  • Seek vs Scale: konten scale memutar ulang kombinasi komponen yang sudah terbukti menang, konten seek boleh liar asal selalu ada hipotesis yang bisa ditarik kalau dia menang
  • Urutan yang benar: persona → angle & desire → baru format

Yang kamu bawa keluar: kamu punya aturan — konten mana yang diputar ulang, konten mana yang dipakai menguji. Dan kamu bisa menjelaskannya ke tim, sehingga mereka tidak perlu menebak.

MINGGU 04EXPANSION · The Breakthrough Catalyst

Minggu terakhir, kacamatanya paling lebar: seluruh bisnis sebagai satu sistem.

Tiga minggu pertama membuat kamu bisa membaca bagian-bagiannya. Minggu ini menyatukannya — dan pertanyaannya berubah bentuk. Bukan lagi “bagian mana yang bermasalah”, tapi “di seluruh sistem saya, satu hambatan mana yang kalau dibuka menggerakkan paling banyak hal?”

  • Cara memetakan bisnismu dari input sampai output, lalu menemukan satu titik penghambat utamanya
  • Hierarki membaca kesehatan bisnis — dan kenapa ROAS ada di urutan paling bawah, bukan paling atas
  • Kapan waktunya ekspansi, dan ke mana dulu
  • Kenapa buru-buru launch SKU baru sering jadi hambatan growth-nya sendiri
  • Cara membangun posisi yang masih bertahan tiga tahun lagi, bukan cuma bulan depan

Yang kamu bawa keluar: kamu bisa menggambar bisnismu sebagai sistem dan menunjuk satu hambatan terbesarnya — dan kamu keluar dengan Strategic Growth Plan untuk brand kamu sendiri.

Empat minggu, empat tingkat pelebaran. Dari satu produk, ke pasar, ke mesin, ke seluruh sistem.

Bukan lebih sulit. Lebih tinggi.

LIVE MENTORING · DARI BATCH SEBELUMNYA

Hampir tidak ada founder yang datang dengan pertanyaan yang benar. Yang berubah di sesi ini bukan jawabannya — tapi pertanyaannya.

Setiap minggu ada dua jam sesi live: worksheet member dibedah, dan masalah yang muncul saat menerapkan dibahas langsung.

Ini beberapa yang benar-benar terjadi di batch sebelumnya.

Yang ditanyakan
Yang ternyata jadi masalahnya
Yang berubah setelahnya
“Kenapa konten saya tidak ada yang winning?” — brand topi pelindung UV
Bukan kontennya. Positioning-nya yang salah sasaran — brand ini menjual dari sudut kesehatan, padahal yang menggerakkan pembelinya kecantikan
Angle-nya dibalik. Dan begitu angle-nya berubah, seluruh kebutuhan kontennya ikut berubah — tanpa menambah satu pun orang di tim
“Repeat rate saya cuma 4%.” — brand parfum
Bukan masalah marketing. Masalahnya di packaging, dan lebih dalam lagi di model produknya yang mengandalkan versi inspired dari brand lain
Roadmap keluar dari model inspired menuju produk signature sendiri — keputusan bisnis, bukan keputusan campaign
“Angka iklan saya tidak cocok dengan penjualan.”
Atribusinya bocor ke marketplace. Artinya setiap keputusan sebelumnya diambil dari angka yang salah
Tracking dibereskan dulu. Semua rencana optimasi ditunda, karena mengoptimasi dari angka yang salah cuma mempercepat kerugian
“ROAS GMV Max saya anjlok.” — brand parfum
ROAS cuma gejalanya. 70% omsetnya bergantung pada satu affiliate, dan komisi yang dinaikkan terus menggerus margin
Urutan reset: cek lifetime value yang riil dulu, bangun pembeda produk supaya harga bisa naik, baru turunkan komisi affiliate bertahap

Perhatikan kolom tengah.

Yang bertanya soal konten, masalahnya di positioning. Yang bertanya soal repeat rate, masalahnya di produk. Yang bertanya soal ROAS, masalahnya di angka yang sejak awal sudah salah.

Di situlah bedanya belajar sendiri dan dibedah bersama orang yang sudah melihat polanya berkali-kali.

Kasus nyata dari batch sebelumnya, ditulis tanpa nama. Yang penting polanya, bukan brand-nya.

Ini para CEO, pemilik bisnis, dan founder yang sudah masuk Masterplan X.

Brand mereka berjalan dari puluhan juta sampai ratusan juta per bulan, di kategori yang sama sekali berbeda — dimsum, parfum, sportswear, perlengkapan anak, fashion, perlengkapan tidur, sanitari, perlindungan UV.

Yang mereka bawa pulang sama: cara membaca brand sendiri.

  • Naufal Syihab — Huisaeng Dimsum
  • Andre Kristianto — Orinesia
  • Richard Phillaret — Sterk Sportswear
  • Raga Pramana — VOA Kids
  • Syarif Faisal — Culture Basic
  • Lunardi Setiawan — Neru Sleep
[ASSET: grafik-kalodata]
[caption: nama kategori dan rentang bulan]

Testimoni video

[ASSET: video-testimoni-robby]

Robby — Yuthena, sanitari

[ASSET: video-testimoni-evelyn]

Evelyn — ByeUV, perlindungan UV

[ASSET: video-testimoni-zul]

Zul — TALYST, parfum

Testimoni tertulis

“Setelah Masterplan X, gue cut ad spend 30% tapi revenue tetap sama, net profit langsung naik. Dulu gue testing 20 creative per minggu asal jalan. Sekarang 5-10 creative tapi hit rate & cvr naik 2x.”

— Kevin, Jakarta. Scale consumer brand.

“Gua gak pernah beli program/course, tapi Masterplan X beda. Pertama kali gua ikut, langsung kebuka strategi untuk bangun brand yang bisa jadi intangible asset untuk diwariskan.”

— Naufal, Bandung. Owner Huisaeng, GMV 500 juta+/bulan.

“Training yang lain itu lebih spesifik ke satu topik aja. Jadi aku merasa, kalau satu-satu gitu mau sampai kapan ya? Harusnya ada satu benang merah yang menyambungkan mereka semua supaya bisnis aku bisa growth secara keseluruhan.”

— Evelyn, brand ByeUV

“Yang paling gue rasa waktu dengerin Masterplan X itu soal tracking — ternyata itu yang paling penting. Tanpa itu kita nginjak A, terus B, terus C. Nggak naik tangga. Nggak punya fondasi yang kuat.”

— Andre, Orinesia (Dre Shampoo & Deodoran)

Ini bukan program untuk semua orang. Dan itu disengaja.

Ini untuk kamu kalau —

  • Bisnismu sudah jalan. Ada repeat order, ada angka yang bisa dibedah. Bukan nol, bukan masih mencari produk.
  • Kamu sudah pernah beli kelas, pakai agency, atau hire orang — dan tahu dari pengalaman sendiri bahwa taktik saja tidak menyelesaikan.
  • Kamu sudah tahu caranya, tapi kamu tidak yakin mana yang harus dikerjakan duluan.
  • Kamu masih satu-satunya orang di bisnismu yang memikirkan strategi, dan tidak ada yang bisa menantang cara berpikirmu.
  • Kamu ingin tahu kenapa angkanya bergerak, bukan cuma ingin angkanya naik.

Ini bukan untuk kamu kalau —

  • Yang kamu cari cara setting campaign, template siap pakai, atau fitur terbaru platform. Itu ada di tempat lain, lebih murah, dan tidak apa-apa.
  • Bisnismu belum berjalan. Belum ada yang bisa didiagnosa, dan kamu akan pulang dengan framework tanpa bahan.
  • Kamu ingin seseorang mengerjakannya untuk kamu. Itu kebutuhan yang sah — tapi itu partnership, bukan program belajar.

“Boleh dibilang ini kayak kurikulum sekolah. Lu sekolah kan SD, SMP, SMA — lu nggak langsung tahu-tahu dikasih materi SMA. Lu kalau baru masuk sekolah dikasih materi SMA kan, iya lu tahu itu penting, tapi lu nggak bisa implementasikan itu ke bisnismu.”

— Robby, brand Yuthena

Everything Inside Masterplan X

Satu program. Empat minggu. Hampir 30 jam kelas intensif dan sesi live.

Sebelum kamu membandingkan angka ini dengan harga kelas lain, bandingkan dulu dengan yang ini:

Satu SKU yang di-launch terlalu cepat. Satu rekrutan yang salah. Satu kuartal budget iklan yang habis ke bottleneck yang ternyata bukan masalahnya.

Kamu mungkin sudah pernah membayar salah satu dari ketiganya. Dan ketiganya jauh lebih mahal dari Rp8 juta.

Sebagian dari isi program ini dijual terpisah hari ini. Ini isinya, dan ini cara kami menghitung nilainya per bagian.

What You GetValue
E-Commerce Brand Growth Mastery — 4 Week Program

4 intensive class, masing-masing 3–4 jam: Foundation, Acquisition, Creative System, Expansion. Termasuk supporting lessons dan brand worksheets tiap minggu.

Rp6.000.000
4× Live Class Updates

Strategi, eksperimen, dan temuan terbaru dari brand partner Ide Entitas, brand member Inner Circle, dan eksperimen Erick sendiri — satu sesi tiap minggu, sesuai topik minggu itu.

Rp3.500.000
4× Live Worksheet Review + Group Mentoring & Q&A

Review implementasi member, pembahasan masalah nyata, dan feedback langsung selama 4 minggu.

Included
5 Masterplan X Masterclasses + 10+ SOP

Creative Mastery · Digital Marketing Domination · E-Commerce Foundations · AI & Scalability Decision · Offer & CVR Mastery — lengkap dengan SOP dan rekaman live call untuk tiap topik.

Tiga di antaranya dijual terpisah hari ini. Dua sisanya hanya ada di dalam program.

Rp4.500.000

Masterclass-nya taktis, dan itu disengaja.

Taktik tanpa urutan cuma jadi koleksi. Taktik setelah kamu tahu urutannya baru jadi eksekusi. Itu sebabnya kelimanya ada di dalam program — bukan sebagai penggantinya.

Total Value Rp14.000.000

Your InvestmentRp8.000.000One-time payment.

Daftar Batch Berikutnya

Sekali bayar. Tidak ada langganan, tidak ada biaya perpanjangan, tidak ada versi 2.0 tahun depan.

Private Founder Community

Ruang diskusi sesama founder selevel, berjalan selama dan setelah program.

Off The Record Venture & Partnership

Untuk founder yang menonjol: kemungkinan investasi dari founder Masterplan X ke bisnismu, plus akses ke inner circle.

Repeat Batch Guarantee

Kalau setelah mengikuti programnya kamu merasa masih butuh materinya diulang, kamu boleh ikut batch berikutnya tanpa biaya tambahan — satu kali.

Kami tidak menjanjikan angka. Kami menjanjikan bahwa kamu punya kesempatan kedua untuk benar-benar menguasainya.

Apa yang terjadi setelah kamu join

  1. Segera setelah bergabung

    Akses ke 5 masterclass, selected live recordings, 10+ SOP, dan 20+ video module langsung terbuka. Kamu masuk ke komunitas batch

  2. Sebelum Minggu 01

    Worksheet pertama dibagikan supaya kamu datang dengan konteks brand kamu sendiri, bukan dengan tangan kosong

  3. Minggu 01–04

    Intensive Class, Supporting Lessons, Worksheet, dan Live Class berjalan tiap minggu

  4. Akhir Minggu 04

    Evaluasi strategi — kamu keluar dengan Strategic Growth Plan untuk brand kamu sendiri

  5. Setelah program

    Rekaman seluruh sesi dan video module tetap bisa diakses

FAQ

Karena programnya bertambah. Formatnya berubah dari 4 hari jadi 4 minggu, dengan enam komponen tiap minggu — termasuk Live Updates From The Field dan Live Worksheet Review yang sebelumnya tidak ada, ditambah Repeat Batch Guarantee.

Kemampuan membaca brand sendiri itu cuma dibangun sekali. Setelah itu dia kepakai di brand ini, dan di brand apa pun yang kamu bangun setelahnya.

Tahu cara membangun brand sendiri, memegangnya dari hulu sampai hilir, dan menciptakan demand secara utuh — itu yang pada akhirnya memberi kamu kebebasan.

Kebebasan untuk scaling. Kebebasan di margin. Kebebasan menentukan arah brand kamu sendiri.

Bukan karena kamu punya lebih banyak strategi. Tapi karena kamu akhirnya tahu mana yang brand kamu butuhkan sekarang.

Daftar Batch Berikutnya

Rp8.000.000 · one-time payment · Repeat Batch Guarantee Seluruh sesi online dan direkam · Mulai belajar hari ini juga

© 2025 — Copyright